Teknik Menggoreng Vacuum Frying, Benarkah Lebih Sehat?

1 min read

Selain proses yang sudah umum dilakukan, terdapat teknik menggoreng lain yang disebut vacuum frying yang diklaim lebih sehat. Apa itu vacuum frying dan benarkah cara menggoreng ini lebih sehat?

Perbedaan vacuum frying dengan teknik menggoreng biasa

Teknik menggoreng pada umumnya menghasilkan kalori yang tinggi. Saat penggorengan dilakukan, makanan melepaskan air di dalamnya dan menyerap lemak yang berasal dari minyak, sehingga jumlah kalori di dalam makanan tersebut meningkat.

Sebagai contoh, satu buah kentang (setara dengan 100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Namun, setelah menjadi kentang goreng, kalorinya bertambah menjadi 319 kalori dan 17 lemak.

Terlalu banyak minyak yang diserap makanan saat menggoreng tidak baik bagi tubuh manusia. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Apalagi bila proses menggoreng dilakukan dengan minyak jelantah.

Berbeda dengan teknik menggoreng biasa, maka teknik penggorengan hampa udara atau vakum (vacuum frying) merupakan proses penggorengan yang dilakukan menggunakan tekanan rendah, hampir menyamai kondisi hampa udara.

Baca Juga :  Kenapa Kepala Terasa Sakit Ketika Sedang Lapar? Begini Penjelasannya

Teknik ini dilakukan dalam wadah tertutup dan menggunakan suhu yang rendah dibandingkan dengan teknik menggoreng biasa.

Dengan suhu dan tekanan yang rendah dalam teknik vacuum frying, lemak yang terserap dari minyak saat proses penggorengan menjadi berkurang sehingga nutrisi di dalam makanan tersebut pun akan terjaga.

Teknik ini bisa dilakukan pada makanan apa pun. Namun, saat ini, vacuum frying lebih sering digunakan oleh industri makanan untuk membuat keripik buah atau sayur.

Benarkah teknik menggoreng vacuum frying lebih sehat?

teknik menggoreng vacuum frying

Dilihat dari fakta di atas, menggoreng dengan vacuum frying tentu lebih sehat dibandingkan dengan menggoreng biasa. Teknik menggoreng ini menghasilkan kualitas gizi dalam makanan yang lebih tinggi serta berkurangnya penyerapan minyak ke dalam makanan.

Studi yang dilakukan International Journal of Food Science menunjukkan bahwa karakteristik makanan yang dilakukan dengan teknik vacuum frying memiliki warna, tekstur, dan rasa yang lebih optimal.

Selain itu kandungan minyak yang dihasilkan pun relatif rendah, meski menggoreng dengan suhu yang rendah. Bahkan, jurnal ini pun menyebut teknik vacuum frying bisa digunakan sebagai alternatif menggoreng untuk masa depan.

Baca Juga :  Seberapa Efektif Minyak Kelapa untuk Mengobati Infeksi Jamur Kulit?

Cara memasak yang lebih sehat, selain vacuum frying

Teknik memasak yang Anda gunakan akan mempengaruhi jumlah nutrisi dalam makanan tersebut. Meski demikian, tidak semua teknik memasak akan sama pengaruhnya pada semua makanan.

Oleh karena itu, memilih metode memasak yang tepat dapat menghasilkan makanan dengan rasa dan tektur yang nikmat serta sehat.

Meski vacuum frying diklaim sehat, teknik menggoreng yang dilakukan tetap menyerap minyak yang menjadikan makanan mengandung lemak dan kalori lebih tinggi dibandingkan dengan proses memasak lainnya.

Berikut ini beberapa alternatif memasak lainnya yang lebih sehat untuk tubuh Anda.

  • Memasak dengan perantara air, seperti merebus dan mengukus.
  • Memasak dengan menggunakan panas kering atau tanpa air, seperti membakar, memanggang, menumis, atau menggunakan microwave.

The post Teknik Menggoreng Vacuum Frying, Benarkah Lebih Sehat? appeared first on Hello Sehat.

Loading...
loading...