Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D

2 min read

Semakin tua, kepadatang tulang akan menurun sehingga rentan keropos dan patah. Itu sebabnya banyak orang yang sedari muda sudah rajin minum suplemen vitamin D dan kalsium agar tulangnya tetap kuat. Kebiasaan minum suplemen ini pun berlanjut sampai tua nanti. Ada juga lansia yang baru memulai minum suplemen untuk mengurangi risiko osteoporosis. Nyatanya, para ahli mengungkapkan bahwa lansia minum suplemen vitamin D tidak perlu dilakukan lagi. Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini.

Suplemen vitamin D tidak efektif mencegah patah tulang pada lansia

Vitamin D dan kalsium adalah dua nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang. Kedua nutrisi tersebut bisa didapatkan dari makanan kaya vitamin D dan sumber kalsium, juga dalam bentuk suplemen yang lebih praktis.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada American Journal of Clinical Nutrition, orang yang berusia 70 tahun ke atas cenderung mengalami penurunan kemampuan memproduksi vitamin D hingga 75 persen. Ini sebabnya, para lansia dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium untuk mencegah patah tulang dan risiko jatuh.

Baca Juga :  Ingin Memasang Tindik? Coba Pertimbangkan 5 Bahaya Ini Terlebih Dulu

Di sisi lain, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) mengungkapkan bahwa orang dewasa kini tak perlu repot-repot lagi mengonsumsi suplemen tersebut. Pasalnya, suplemen vitamin D dan kalsium dinilai tidak memberikan efek berarti untuk mencegah risiko patah tulang panggul pada lansia.

Penelitian ini melibatkan 51 ribu lansia yang hidup di tengah masyarakat (bukan di panti jompo, rumah sakit, atau institusi lainnya). Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara risiko patah tulang pada lansia yang rajin minum suplemen kalsium dan vitamin D dengan lansia yang minum pil plasebo (pil kosong).

Minum suplemen vitamin D justru dapat menimbulkan masalah kesehatan lansia

multiple system atrophy lansia

Hingga saat ini, para ahli belum menemukan cukup bukti yang menunjukkan bahwa suplemen vitamin D dan kalsium bermanfaat untuk mencegah patah tulang pada pria atau wanita premenopause. Walaupun lansia sudah diberikan suplementasi harian dengan 400 IU vitamin D dan 1.000 mg kalsium, ini tidak cukup untuk menurunkan risiko patah tulang di usia senja.

Baca Juga :  Perlukah Pakai Penutup Mata untuk Tidur? Ini Jawaban Para Ahli

Obat apa pun, termasuk vitamin, bisa membahayakan kesehatan bila dikonsumsi tidak sesuai anjuran. Alex H. Krist, MD, seorang profesor di Virginia Commonwealth University di Richmond, mengungkap kepada Everyday Health bahwa rutin minum suplemen vitamin D dapat memberikan efek samping yang serius, terlebih jika dikombinasikan dengan suplemen kalsium.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa minum suplemen vitamin D dan kalsium dosis rendah sekaligus dapat meningkatkan risiko patah tulang, beberapa jenis kanker, hingga kematian dini. Jika dalam dosis rendah saja bisa membahayakan, apalagi dengan suplemen dosis tinggi (800 IU vitamin D dan 1.200 mg kalsium) yang bisa memperparah risiko penyakit.

Walau demikian, asupan vitamin D dan kalsium tetap berperan penting untuk meningkatkan massa tulang dan mencegah patah tulang, terlebih pada orang usia muda. Jadi, lansia boleh saja mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium, asalkan telah mendapatkan rekomendasi dari dokter.

Lantas, bagaimana caranya agar kekuatan tulang lansia tetap terjaga?

usia lansia

Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium harian pada lansia, selain minum suplemen vitamin D. Memang minum suplemen itu lebih praktis. Akan tetapi, lansia lebih dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup sehat dengan olahraga teratur, makan makanan bergizi seimbang, dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

Baca Juga :  Manfaat Petai Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Ya, olahraga lebih ampuh mencegah risiko jatuh pada lansia yang berusia 65 tahun ke atas. Hal ini dibuktikan dengan menguji keseimbangan, fleksibilitas, dan ketahanan tubuh lansia setelah melakukan latihan fisik sebanyak tiga kali per minggu. Hasilnya, daya tahan tubuh para lansia jadi lebih kuat dan mengurangi risiko patah tulang maupun terjatuh.

Maksimalkan usaha Anda dengan mengonsumsi makanan yang kaya kalsium seperti susu, sayuran, buah, dan kacang-kacangan. Jangan lupa untuk meluangkan waktu sekitar 15 sampai 20 menit berjemur setiap pagi supaya mendapatkan asupan vitamin D alami bagi tubuh.

The post Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D appeared first on Hello Sehat.