Kenali Beda Nyeri Pinggang Biasa dan Nyeri Pinggang Akibat Saraf Kejepit

1 min read

Nyeri pinggang merupakan keluhan yang paling umum dirasakan orang segala usia, dari remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang muncul setelah mengangkat barang berat, terlalu lama duduk, atau terlalu lama berdiri. Namun ternyata, tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa hilang dengan sendirinya. Jika nyeri pinggang Anda berlangsung lama, mungkin ini tandanya Anda mengalami saraf kejepit. Apa beda gejala nyeri pinggang karena pegal dan nyeri pinggang karena saraf yang terjepit?

Membedakan gejala nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang akibat saraf kejepit

Nyeri pinggang Anda disebabkan oleh pegal-pegal, jika…

Gejalanya dimulai dengan rasa sakit di bagian punggung bawah, dari bawah tulang rusuk hingga ke area pinggang. Pada awalnya pinggang hanya terasa pegal, namun lama kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri tegak. Nyeri pinggang ini biasanya terjadi karena adanya otot menegang sehabis melakukan perkerjaan berat.

Nyeri pinggang karena pegal bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak kunjung memulih dalam 72 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan menjadi tanda kondisi serius lainnya.

Baca Juga :  Mengenal Perbedaan Kanker Getah Bening dan TB Kelenjar

Nyeri pinggang Anda disebabkan oleh saraf kejepit, jika…

Muncul beberapa gejala berikut:

  • Rasa sakit dan mati rasa, paling sering terjadi di satu sisi tubuh
  • Rasa sakit yang meluas ke lengan atau tungkai Anda
  • Rasa sakit yang memburuk di malam hari atau dengan gerakan tertentu
  • Rasa sakit yang memburuk setelah berdiri atau duduk
  • Rasa sakit saat berjalan barang sebentar saja
  • Kelemahan otot yang berlebih
  • Kesemutan, sakit, atau sensasi terbakar di daerah yang terkena
  • Rasa sakit terjadi berkepanjangan dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya

Dalam bahasa medis, saraf kejepit dikenal sebagai hernia nucleus pulposus (HNP). Saraf yang terjepit diakibatkan oleh gangguan saraf yang mengakibatkan menonjolnya lapisan/bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar ruas tulang.

Tonjolan tersebut dapat menekan saraf  dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat. Anda dapat mengalami kondisi ini di bagian bagian tulang belakang Anda, dari leher sampai ke punggung bawah. Seperti halnya nyeri punggung bawah, 90% kasus saraf kejepit terjadi di daerah punggung bawah atau disebut HNP lumbalis.

Beda intensitas gejalanya, beda kondisinya

Dari gejala yang telah dipaparkan, perbedaan nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang karena saraf terjepit bisa dibedakan dari jenis dan lokasi timbulnya nyeri, serta intensitas keparahan rasa nyeri. Hal ini bisa menjadi acuan Anda jika suatu saat Anda, atau orang terdekat Anda mengalami kondisi seperti ini. Konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai kondisi Anda untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan terbaik.

Cara mengurangi risiko saraf kejepit

Meminimalkan risiko terjadinya saraf kejepit bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Pertahankan berat badan yang sehat, jangan terlalu gemuk juga jangan terlalu kurus.
  • Jika Anda mau mengangkat sesuatu yang berat, maka gunakan teknik yang aman. Tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi tubuh membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
  • Lakukan peregangan secara berkala jika Anda sudah duduk terlalu lama.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut.

The post Kenali Beda Nyeri Pinggang Biasa dan Nyeri Pinggang Akibat Saraf Kejepit appeared first on Hello Sehat.

Baca Juga :  Antara Zumba dan Aerobik, Mana yang Lebih Ampuh Turunkan Berat Badan?
Loading...
loading...