Mengupas 10 Mitos agar Cepat Hamil yang Banyak Dipercaya

3 min read

Ada berbagai macam informasi yang bisa didapatkan mengenai kehamilan. Apalagi, ketika Anda sedang menjalani persiapan kehamilan. Padahal, tidak semua informasi yang Anda dengar semuanya adalah benar, termasuk soal cara cepat hamil. Ini beberapa mitos yang dipercaya agar cepat hamil. Apakah benar?

Berbagai mitos agar cepat hamil

mitos agar cepat hamil

Sebagian besar informasi diharapkan mempunyai manfaat. Terutama ketika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan.

Dikutip dari Pregnancy, Birth, & Baby, ada kemungkinan pula Anda mendapatkan saran dari orang yang bermaksud baik.

Namun, ada pula informasi mengenai kehamilan berupa mitos yang kebenarannya belum terbukti sehingga bisa salah kaprah.

Berikut beberapa mitos agar cepat hamil yang sering terdengar, seperti:

1. Makan tauge bisa cepat hamil

tauge, mitos agar cepat hamil

Taoge atau kecambah mungkin paling sering disebut-sebut sebagai makanan agar cepat hamil. yang perlu Anda konsumsi agar cepat hamil.

Memang benar, taoge memiliki manfaat menyuburkan, tetapi sejauh ini efeknya baru ditemukan pada kesuburan pria.

Belum ada penelitian yang membuktikan manfaat taoge pada kesuburan wanita.

Mitos taoge dapat membuat agar cepat hamil ini, kemungkinan beredar karena nutrisi yang ada pada kacang hijau.

Kacang hijau diketahui mengandung folat, yakni salah satu nutrisi yang sangat diperlukan bagi wanita yang berencana hamil.

Sayangnya, penelitian yang ada baru berfokus pada kacang hijau ketimbang kecambah. Penelitian itu juga baru dilakukan pada pria, bukan wanita.

Selain belum terbukti manfaatnya, wanita hamil justru perlu berhati-hati jika hendak makan taoge.

Pasalnya, kecambah rentan terkontaminasi dengan bakteri karena tumbuh di lingkungan lembap. Ini bisa menyebabkan keracunan makanan dan berbahaya bagi janin.

Cara aman mengonsumsi taoge untuk ibu hamil menurut Academy of Nutition and Dietetic adalah dicuci hingga bersih dan dimakan dalam kondisi matang.

2. Makan kurma muda agar cepat hamil

Selain taoge, kurma muda juga cukup dikenal sebagai makanan yang baik untuk kesuburan. Namun, lagi-lagi ini masih mitos agar cepat hamil.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa kurma muda tidak memiliki potensi untuk menyuburkan kandungan.

Namun, peneliti dari Jordan University of Science and Technology justru menemukan bahwa rutin makan buah kurma selama hamil tua dilaporkan dapat melancarkan persalinan normal.

Sayangnya, tidak diketahui jenis dan kondisi kurma yang bisa membantu persalinan lebih lancar.

Masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui fungsi kurma pada proses kehamilan dan kesuburan.

3. Daun singkong dapat menyuburkan kandungan

Mitos selanjutnya terkait makanan yang harus dikonsumsi agar cepat hamil adalah daun singkong.

Bagian dari tanaman singkong ini dipercaya memiliki potensi untuk menyuburkan kandungan.

Faktanya, belum ada penelitian yang mendukung mengenai khasiat daun singkong yang membuat wanita cepat hamil, sehingga makanan ini masih tergolong mitos.

Perlu Anda ketahui, jika tak cermat mengolahnya menjadi makanan, singkong dapat melepaskan sianida.

Kandungan ini berupa zat beracun jika dikonsumsi secara utuh. Tanda-tanda keracunan sianida, meliputi sakit kepala, gelisah, dan kejang-kejang.

4. Pertama kali bercinta tidak membuat hamil

seks mito agar cepat hamil

Ini merupakan mitos agar cepat hamil yang lumayan sering terdengar. Beberapa orang percaya bahwa apabila baru pertama kali berhubungan seksual tidak akan terjadi apa-apa.

Padahal, kehamilan tidak ada hubungannya dengan sudah berapa kali berhubungan seks.

Apabila sudah memasuki masa subur pada waktu pertama kali berhubungan, maka ada kemungkinan Anda bisa hamil.

5. Sering bercinta agar cepat hamil

Sebagian orang beranggapan bahwa semakin sering suami istri bercinta, semakin besar pula kemungkinan pembuahan dan kehamilan pada istri.

Akan tetapi, zaman dulu para ahli percaya kalau terlalu sering melakukan hubungan seks bisa memengaruhi jumlah sperma yang bisa membuahi sel telur.

Namun, yang dipercaya para ahli di zaman dulu ini ternyata hanya mitos belaka.

Bercinta setiap hari tidak akan mengurangi jumlah sperma laki-laki sehingga menyebabkan ketidaksuburan atau sulit hamil.

Pada sebagian kasus, sering berhubungan seks agar cepat hamil pun bisa menjad mitos. Kondisi ini justru berisiko membuat Anda tertekan dan kehilangan gairah.

6. Setelah seks perlu angkat kaki agar cepat hamil

Mitos lainnya agar cepat hamil adalah mengangkat kaki sembari menempatkan bantal di bawah pinggul setelah melakukan seks.

Hal ini dipercaya membantu mendorong sperma untuk berenang lebih cepat menuju sel telur. Pasalnya, sperma membutuhkan waktu untuk bisa sampai ke sel telur.

Posisi tidur ini dianggap membantu melawan gravitasi bumi sehingga air mani tidak keluar lagi dari vagina setelah penetrasi.

Belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan anggapan tidur mengangkat kaki membuat perempuan cepat hamil.

Seberapa cepat sperma bisa sampai ke sel telur dipengaruhi oleh kualitas sel sperma dan juga hormon endokrin.

Meski begitu, beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa tidak ada salahnya Anda mencoba cara cepat hamil yang unik ini.

Wanita yang tidur rebahan dengan kaki diangkat selama 15 menit setelah seks berpeluang 27% lebih tinggi untuk hamil setelah melewati tiga kali siklus ovulasi.

7. Buang air kecil setelah seks mencegah kehamilan

Banyak pasangan yang khawatir kalau buang air kecil habis bercinta bisa bikin wanita jadi susah hamil.

Ini menjadi mitos bahwa setelah berhubungan seksual sebaiknya menahan pipis agar cepat hamil.

Padahal, buang air kecil setelah bercinta tetap bisa membuat Anda hamil.

Urine tidak akan membasuh sperma keluar dari vagina karena lubang kemih serta lubang bukaan vagina pun berbeda.

Hal yang tak kalah penting, buang air kecil setelah bercinta itu wajib hukumnya.

Pasalnya, area organ intim rawan terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK). Ketika Anda buang air kecil, segala bakteri pun akan ikut terbasuh keluar.

8. Wanita kurus dapat mengalami sulit hamil

wanita terlalu kurus sulit hamil

Ada mitos yang mengatakan bahwa semakin rendah berat badan maka membuat agar cepat hamil.

Ternyata, jumlah lemak tubuh memengaruhi kesuburan Anda. Lemak dibutuhkan dalam produksi hormon estrogen agar terjadi siklus menstruasi.

Jika hormon estrogen dalam tubuh Anda terlalu sedikit, maka siklus menstruasi dan ovulasi dapat berkurang.

9. Minum obat batuk bisa bikin cepat hamil

Apakah Anda pernah mendengar mitos bahwa minum obat batuk bisa membantu agar cepat hamil?

Hal ini karena adanya kandungan guaifenesin yang diyakini mampu mengencerkan lendir serviks pada masa ovulasi sehingga sperma mudah bergerak menuju sel telur.

Sejauh ini, baru ada satu studi klinis yang menguji sirup obat batuk dalam meningkatkan kesuburan.

Dalam penelitian pada tahun 1982, dilaporkan bahwa kehamilan yang terjadi setelah minum obat batuk lebih tepat jika disebut sebagai kebetulan atau efek plasebo.

Daripada percaya dengan informasi mitos agar cepat hamil, lebih baik konsultasikan langsung pada dokter kandungan atau ahli gizi.

Anda bisa langsung melakukan tes kesuburan sekaligus mendapat bimbingan lebih baik dalam merencanakan kehamilan.

10. Memeriksa suhu tubuh agar cepat hamil

Memonitor suhu tubuh memang bisa menjadi cara perempuan untuk mengetahui kesuburan.

Namun, ini juga merupakan mitos agar cepat hamil karena untuk melakukan hubungan seksual tidak harus menunggu sampai suhu tubuh naik.

Peluang terbaik perempuan untuk hamil adalah ketika Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual sebelum masa ovulasi.

The post Mengupas 10 Mitos agar Cepat Hamil yang Banyak Dipercaya appeared first on Hello Sehat.