7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

3 min read

Hati (liver) merupakan organ vital sekaligus paling besar di dalam tubuh kita. Bila terdapat gangguan pada hati, kadang terdapat nyeri pada bagian tersebut. Agar tidak terjadi, yuk ketahui bagaimana cara menjaga kesehatan hati!

Kenapa hati salah satu organ tubuh terpenting?

diabetes dan kanker hati

Sebelum mengetahui cara menjaga kesehatannya, Anda tentu harus mengetahui seberapa penting kerja organ yang satu ini untuk tubuh.

Organ hati punya lebih dari 100 fungsi dalam mengatur keseimbangan tubuh. Kemampuan hati untuk multitasking membuat organ ini termasuk organ yang paling sibuk dalam tubuh selain otak, jantung dan ginjal. Nah, apa aja tugas si sibuk hati?

1. Pelindung tubuh dan ‘mesin’ pembuangan racun (detoksifikasi)

Hati berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bahaya. Dalam organ ini, berbagai jenis racun, sisa obat, alkohol, dan bahan berbahaya yang diproduksi tubuh diubah menjadi zat yang netral, sehingga menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain.

Hati akan mengubah zat buangan dan bahan racun untuk disekresi dalam empedu dan urine, membersihkan darah sebelum zat-zat toksin itu mencapai organ tubuh yang peka, misalnya otak fungsi.

Berbagai zat tersebut kemudian akan dikeluarkan melalui ginjal dan usus. Hal ini disebut detoksifikasi.

2. Pabrik serbaguna

Hati bertugas sebagai penghancur sel darah merah yang sudah tua. Sel darah merah (eritrosit) yang sudah berumur 120 hari harus bergerak menuju hati untuk meleburkan diri karena tidak lagi dapat berfungsi dengan baik.

Hati akan memecah sel darah merah yang sudah tua dan mengubah hemoglobin yang membawa oksigen di dalam sel darah merah menjadi bahan baku empedu.

Hati menghasilkan empedu sekitar 1 liter per hari. Jumlah tersebut akan disalurkan ke dalam kantung empedu untuk keperluan selanjutnya. Nantinya, empedu ini akan dikeluarkan melalui usus untuk membantu proses pencernaan makanan.

Selain itu, hati juga memiliki fungsi sebagai pengendali kadar asam amino. Asam amino berperan dalam produksi protein yang nantinya akan berguna untuk memperbaiki jaringan dalam tubuh.

Baca Juga :  Daftar Makanan yang Dianjurkan Beserta Pantangannya untuk Penderita TBC

3. Pengatur lalu lintas tubuh

Zat makanan yang telah dicerna oleh usus halus akan bergerak menuju hati sebagai “pool center”. Hati memiliki kemampuan memproduksi, menyimpan, dan mengedarkan gula (glukosa) ke seluruh bagian tubuh.

Dalam hati, glukosa disimpan sebagai glikogen. Glikogen hati hanya dikeluarkan sesuai dengan pemakaian dalam jaringan.

Hati juga mengawasi kadar kolesterol dalam darah, mengolah, dan memproduksinya sebanyak yang dibutuhkan. Pembuatan kolesterol dari asam asetat dilakukan di dalam hati.

Begitu pun dengan lipoprotein plasma, kendaraan yang mengangkut trigliserida juga dibuat di dalam hati.

4. Sebagai pengolah vitamin dan imunitas tubuh

Hati memiliki fungsi dalam pengolahan vitamin, terutama vitamin D. Proses pengaktifan vitamin D dilaksanakan oleh hati bersama dengan ginjal. Hati juga memiliki sel yang bertugas sebagai sentral sistem imun bernama Sel Kuppffer.

Sel Kupffer meliputi 15% dari massa hati serta 80% dari total populasi sel imun tubuh.

Sel tersebut sangat penting dalam menanggulangi serangan bakteri, virus, dan kerusakan lain yang berasal dari luar tubuh. Hal ini penting dalam melawan infeksi.

Cara menjaga kesehatan organ hati

menjaga kesehatan hati

Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga hati kita. Kita tentu tidak mau segudang fungsi hati tersebut kacau bila mengalami gangguan.

Banyak penyakit hati yang dapat kita cegah dengan langkah yang mudah. Apa saja yang dapat lakukan? Berikut langkah-langkahnya.

1. Vaksinasi sejak dini

Hepatitis, jenis peradangan hati, dapat dicegah dengan pemberian vaksin sejak dini. Seperti vaksin hepatitis B yang diberikan sejak bayi lahir dan dilakukan dalam beberapa tahap. Begitu pun vaksin hepatitis A yang berfungsi mencegah terjangkit penyakit tersebut.

Maka dari itu, vaksin hepatitis itu penting. Bawalah bayi dan anak Anda ke dokter atau sarana kesehatan setempat seperti Posyandu untuk mendapatkan vaksinasi secara teratur.

2. Minum air yang banyak

Air membantu menghilangkan racun dan membantu kelancaran proses penyerapan terhadap nutrisi penting. Meminum air dalam jumlah yang diperlukan juga dapat membantu menghilangkan efek samping selama pengobatan atau terapi.

Tetapi perlu juga diperhatikan, apabila Anda sudah mengalami sirosis yaitu hati yang mengalami pengerutan, Anda disarankan untuk mengurangi minum air agar tubuh Anda tidak mengandung terlalu banyak cairan.

3. Makan makanan bergizi

Pengaturan makanan, baik secara jenis dan jumlah yang tepat, dapat membantu hati untuk mengatur lalu lintas metabolisme dengan baik. Selain itu, kita pun membantu meringankan kerja hati.

Fatty liver atau perlemakan hati terjadi karena kita tidak mengatur jumlah lemak dan karbohidrat yang kita makan.

4. Hindari alkohol

Alkohol dapat menyebabkan pengerutan hati atau sirosis. Dalam jangka panjang, alkohol juga dapat menyebabkan kanker hati.

Oleh sebab itu, hindari konsumsi alkohol demi kesehatan hati kita.

5. Hati-hati dalam mengonsumsi obat

Seperti yang telah dibahas di atas, hati berfungsi untuk mengubah zat obat menjadi aktif atau netral. Banyak obat yang dijual bebas yang dapat menjadi racun bagi hati bila dikonsumsi berlebihan dan tanpa aturan yang jelas.

Hati-hatilah dalam memilih obat atau suplemen. Hal tersebut akan memperberat hingga merusak kerja hati. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda, sebelum memulai terapi atau mengonsumsi suplemen tertentu.

6. Hindari zat beracun

Anda bisa saja terpapar zat beracun saat melakukan aktivitas tertentu seperti membersihkan rumah. Pasalnya beberapa produk pembersih dan aerosol mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Baca Juga :  Sebenarnya Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB Spiral?

Bila Anda harus menggunakannya, pastikan ruangan yang sedang dibersihkan berventilasi dan jangan lupa gunakan masker.

7. Lakukan hubungan seks yang aman

Jangan salah, penyakit hepatitis B juga bisa menular lewat hubungan seksual. Terutama bila Anda atau pasangan belum divaksin, melakukannya tanpa pengaman, dan sering bergonta-ganti pasangan.

Maka dari itu, gunakanlah pengaman agar terhindar dari risiko penularan penyakit ini.

Begitulah berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan hati Anda. Jangan ragu untuk segera periksa ke dokter bila Anda mulai merasakan keluhan di sekitar hati.

The post 7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda appeared first on Hello Sehat.

Loading...
loading...