Usia Bayi Tengkurap dan Cara Tepat Melatih Kemampuannya

3 min read

Bayi tengkurap atau tummy time merupakan salah satu proses perkembangan bayi yang penting. Tentu sayang rasanya jika Anda tidak ikut mendukung tumbuh kembangnya yang satu ini. Namun, pada usia berapa bulan bayi bisa mulai tengkurap sendiri dan bagaimana cara melatihnya? Semua jawabannya bisa Anda dapatkan melalui ulasan berikut ini.

Usia berapa bayi mulai bisa tengkurap?

Berapa bulan bayi bisa tengkurap

Berdasarkan tes skrining perkembangan anak Denver II, bayi secara alami akan mengangkat kepala sekitar 45 derajat untuk melihat apa yang ada di dekatnya, pada kisaran usia usia 1 bulan 3 minggu.

Tepat di usia perkembangan bayi 3 bulan, si kecil baru akan benar-benar bisa mengangkat kepalanya sekitar 90 derajat.

Jadi, pada umur berapa bulan ia mampu tengkurap? Anda biasanya akan melihat bayi bisa tengkurap dengan lancar pada usia perkembangan bayi 4 bulan.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), bayi sudah boleh tengkurap sejak hari pertama kepulangan dari rumah sakit. Meski begitu, pada usia tersebut, ia mungkin belum benar-benar bisa melakukannya dengan baik.

Anda bisa memulainya dengan menelungkupkan bayi di dada atau paha Anda, sambil melakukan kontak kulit dengan si kecil untuk mempererat ikatan batin ibu dan anak.

Membiarkan bayi tengkurap saat tummy time sebaiknya dilakukan 2 sampai 3 kali sehari. Setiap sesinya berlangsung selama 3 sampai 5 menit saja, atau tergantung usia bayi.

Setelah si kecil terbiasa, Anda bisa melakukannya lebih sering atau dengan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar 20 sampai 30 menit sehari. Lakukan tummy time saat kondisi bayi bangun tidur, tidak tampak mengantuk, dan tidak setelah makan.

Biasanya, ini dilakukan saat bayi baru lahir di umur 1 hingga 3 bulan serta bayi yang lebih tua yaitu 4 hingga 7 bulan. Namun, terus awasi saat berapa bulan bayi bisa tengkurap dan perhatikan gerak-gerik si kecil.

Mengapa penting mengajarkan bayi tengkurap sendiri?

bintik merah pada kulit bayi

Ketika sudah mengetahui berapa bulan bayi bisa tengkurap, ketahui apa manfaatnya untuk anak. Tengkurap adalah waktu yang tepat untuk bermain dan berinteraksi dengan bayi.

Baca Juga :  Sensasi Globus Menyebabkan Rasa Mengganjal di Tenggorokan

Bayi tengkurap mendorong ia belajar mengangkat kepalanya secara bertahap. Selain itu, sesi ini juga bermanfaat untuk memperkuat otot kepala, leher, dan bahunya, serta melatih keterampilan motorik.

Semakin sering bayi tengkurap, maka perkembangan motorik bayi pun akan lebih cepat terasah. Lama-kelamaan akan membiasakan bayi untuk berguling atau membolak-balikkan tubuhnya sendiri.

Dari sini, bayi nantinya akan mulai belajar untuk bisa duduk, kemudian bayi belajar merangkak dan bayi belajar berjalan secara bertahap.

Manfaat lainnya ketika Anda sudah mengetahui di umur berapa bayi bisa tengkurap, dapat mencegah kepala peyang pada bayi yang bisa diakibatkan oleh terlalu sering tidur telentang.

Alasannya, jika kepala bayi dibiarkan berada dalam posisi yang sama untuk jangka waktu yang cukup lama, lempeng pada tulang tengkorak dapat menimbulkan titik datar.

Anda disarankan untuk menidurkan bayi dalam posisi telentang guna mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Jangan pula lewatkan fase bayi tengkurap saat tummy time untuk memberi kesempatan agar ia mendapatkan posisi yang berbeda.

Cara melatih bayi tengkurap yang aman dan nyaman

cara mengatasi kulit kering pada bayi

Sudah mengetahui berapa bulan bayi bisa tengkurap? Kini, waktunya Anda melatih bayi tengkurap.

Waktu terbaik untuk melatih bayi tengkurap adalah setiap kali Anda selesai mengganti popok atau saat bayi bangun dari jam tidur bayi. Pastikan bayi tidak dalam keadaan mengantuk saat belajar tummy time.

Sebelum melatih bayi tengkurap, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu.

Pertama, siapkan alas tidur atau selimut yang lembut dan bersih agar bayi tetap merasa nyaman. Lalu, tengkurapkan bayi selama 3-5 menit.

Dianjurkan untuk mengajak si kecil berkomunikasi mainannya untuk melatih responsnya. Coba lakukan kegiatan ini sekitar 2-3 kali sehari, tergantung dari kondisi dan respons bayi.

Bila bayi tampak sudah terbiasa dan nyaman, Anda bisa lebih sering melakukannya dalam waktu yang lebih lama. Perlu diingat, jangan pernah meninggalkan bayi tengkurap sendirian.

Baca Juga :  Urutan Pakai Face Oil, Sebaiknya Sebelum atau Setelah Pelembap?

Agar lebih memancing kemampuan sensorik juga motorik, Anda bisa meletakkan mainan yang aman untuk anak seusianya dan dalam jarak yang mudah dijangkau bayi.

Apabila sudah mengetahui umur berapa bulan bayi bisa tengkurap, cara ini akan membantu si kecil. Seperti mengangkat kepala, melihat wajah, dan berkomunikasi dengan Anda.

Terlebih saat ada mainan di sekitarnya, ini akan memancing otot-otot tubuhnya untuk bergerak mengikuti arah stimulan yang diberikan.

Bagaimana jika bayi susah dilatih tengkurap?

Melatih bayi tengkurap sekilas tampak mudah. Namun, ada beberapa bayi yang kurang menyukai posisi ini, sehingga menyulitkan Anda untuk melatihnya.

Hal ini juga bisa terjadi walaupun Anda sudah mengetahui berapa bulan bayi bisa tengkurap.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu bayi merasa nyaman berada dalam posisi tengkurap. Berikut cara yang bisa diupayakan:

1. Lakukan perlahan-lahan

Pada awal proses tummy time, tidak semua bayi senang berada dalam posisi tengkurap. Jika buah hati Anda termasuk yang hanya mampu melakukan tengkurap selama beberapa detik atau menit, itu normal dan tidak masalah.

Intinya, lakukan proses pembelajaran bayi tengkurap perlahan-lahan dan lihat bagaimana respons si kecil.

Seiring berjalannya waktu, si kecil akan semakin terbiasa dan nyaman berada dalam posisi ini terutama di umur berapa bulan Anda merasa bayi sudah bisa tengkurap.

2. Gunakan cermin

Meletakkan cermin di atas kepala bayi dapat meningkatkan rasa ingin tahunya. Cara ini kemudian akan membantu bayi mengangkat kepalanya guna melihat bayangan dirinya di cermin.

3. Letakkan bayi di atas perut atau dada Anda

Bantu bayi belajar tengkurap dengan meletakkannya di atas perut atau dada Anda. Ketimbang belajar sendiri, menempatkan bayi di perut atau dada, akan membuatnya menjadi lebih nyaman dan tenang.

Baca Juga :  3 Cara Menghitung Masa Subur Setelah Keguguran

Tidak cukup hanya mengetahui berapa bulan bayi bisa tengkurap, cara ini sekaligus membantu meningkatkan kontak antara Anda dan si kecil.

Anda juga bisa melakukannya saat akan menidurkannya, bermain, maupun setelah bayi menyusui.

4. Ajarkan bayi tengkurap sambil melakukan kegiatan lain

Sudah mengetahui berapa bulan bayi bisa tengkurap, pancing si kecil untuk belajar tengkurap sambil ia melakukan kegiatan lainnya.

Sebagai contoh, saat mengganti popok bayi, mengeringkan tubuh bayi setelah mandi, hendak memakai baju, dan menggunakan perlengkapan perawatan bayi usai mandi.

Anda juga bisa memiringkan tubuh bayi terlebih dahulu, agar perlahan-lahan ia dapat mengubah posisi tubuh tengkurap dengan sendirinya.

5. Berikan mainan yang menarik

Anda dapat membantunya dengan memberikan dukungan alat tambahan. Seperti meletakkan guling atau bantal kecil miliknya di bawah dada bayi.

Kemudian biarkan kedua tangan si kecil direntangkan lurus ke samping kanan dan kiri. Dengan begitu, ia akan belajar dan berusaha untuk menahan tubuhnya pada posisi tengkurap.

Pastikan Anda memperhatikan agar posisi dagu, mulut, dan hidung bayi jauh dari guling atau bantal kecil yang digunakan sebagai bantuan.

Perhatikan respons yang diberikan ketika mengetahui di umur berapa bulan bayi bisa tengkurap. Apakah si kecil merasa nyaman atau tidak.

6. Jangan cepat patah semangat

Melatih si kecil untuk belajar tengkurap memang membutuhkan strategi khusus agar ia tidak cepat bosan.

Saat sudah mengetahui umur berapa bulan bayi bisa tengkurap, jangan patah semangat untuk terus mencoba dan mencari ide menarik agar bayi.

Hal yang paling penting, Anda dan si kecil harus menikmati fase ini dengan baik tanpa paksaan. Apalagi, setiap anak mempunyai fase masing-masing dalam perkembangannya.

The post Usia Bayi Tengkurap dan Cara Tepat Melatih Kemampuannya appeared first on Hello Sehat.

Loading...
loading...