Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

5 min read

Infeksi tidak cuma disebabkan oleh bakteri atau virus. Makhluk mikroskopik lainnya bernama parasit juga bisa bikin kita sakit. Apa saja yang harus Anda ketahui tentang infeksi parasit?

Pengertian infeksi parasit

Parasit adalah organisme mikroskopik yang hidup bergantung pada organisme spesies lain dengan cara mengambil persediaan nutrisi dari tubuh inang tersebut.

Beberapa di antaranya tidak terlalu memengaruhi inang mereka. Jenis yang lain dapat tumbuh dan bereproduksi liar hingga menyerang sistem organ yang membuat inang mereka sakit. Inilah yang disebut dengan infeksi parasit.

Infeksi parasit adalah masalah kesehatan serius di negara-negara subtropis dan tropis, seperti Indonesia. Cacingan dan toxoplasmosis (toksoplasma) adalah contoh jenis penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia, sementara malaria adalah salah satu yang paling mematikan.

Jenis-jenis parasit yang biasa menyebabkan infeksi

Ada 3 jenis parasit yang bisa menginfeksi tubuh Anda, yaitu:

1. Protozoa

Protozoa adalah organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh. Salah satu infeksi yang disebabkan oleh protozoa termasuk giardiasis. Giardiasis adalah infeksi serius yang biasanya muncul setelah Anda minum air yang terkontaminasi protozoa Flagellata.

Selain itu, ada juga jenis-jenis protozoa lainnya, seperti:

  • Amoeba, penyebab penyakit amebiasis
  • Siliofora, penyebab penyakit balantidiasis
  • Sporozoa, penyebab penyakit kriptosporidiosis dan toxoplasmosis

2. Cacing

Cacing adalah organisme multisel yang dapat hidup di dalam atau di luar tubuh Anda. Kebanyakan cacing hidup di usus, antara lain seperti:

  • Cacing pipih
  • Cacing pita
  • Cacing kremi
  • Cacing gelang
  • Cacing tambang

3. Ektoparasit

Ektoparasit adalah organisme bersel banyak yang disebarkan oleh serangga atau arachnida, seperti nyamuk, kutu, dan tungau yang bertindak sebagai inang pembawa penyakit.

Contok kasus ektoparasit adalah malaria yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles pembawa parasit Plasmodium. Ektoparasit ini dapat berpindah ke manusia saat nyamuk tersebut menggigit kulit untuk mengisap darah.

Berikut adalah contoh-contoh lain dari ektoparasit:

  • Pediculus humanus capitus atau kutu rambut
  • Pthirus pubis atau kutu pada kulit kemaluan
  • Sarcoptes scabiei, tungau yang mengakibatkan penyakit kulit skabies atau kudis

Tanda-tanda dan gejala infeksi parasit

Gejala infeksi biasanya bervariasi tergantung pada apa organisme penyebabnya dan sistem organ yang diserangnya. Maka, satu kasus infeksi bisa menimbulkan serangkaian tanda dan gejala yang beda dari kasus lainnya. Akan tetapi, biasanya gejala yang muncul cenderung lama sembuh.

Secara umum, berikut adalah gejala-gejala yang menandakan adanya parasit dalam tubuh Anda:

1. Berat badan turun drastis

Jangan senang dulu jika berat badan Anda tahu-tahu turun drastis. Penurunan berat badan secara tiba-tiba dapat menjadi salah satu gejala dari berbagai penyakit.

Baca Juga :  Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Apalagi jika Anda tidak sedang menjalani diet atau memang tidak ada keinginan untuk menurunkan berat badan. Bisa jadi, ini merupakan suatu gejala adanya parasit yang hidup di dalam tubuh Anda.

Salah satu jenisnya yang paling sering menyebabkan penurunan berat badan adalah cacing pita. Cacing pita umumnya mengambil nutrisi yang ada di usus Anda. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Tidak jarang, orang yang memiliki cacing pita dalam tubuhnya mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan, sehingga membuat berat badan turun secara drastis dan tiba-tiba.

2. Menderita diare

Virus, bakteri, dan parasit merupakan penyebab utama terjadinya diare. Jenis parasit yang membuat Anda diare adalah Giardia lamblia.

Giardia adalah parasit kecil yang hidup di usus manusia dan hewan, yang dapat menular. Anda dapat terinfeksi bila tidak sengaja menelannya, lewat makanan yang kurang matang atau air yang terkontaminasi feses dan bakteri lainnya.

3. Mengalami reaksi alergi

Seperti yang dilansir dari American Association for The Advancement Science, reaksi alergi bisa menjadi tanda ada parasit yang hidup dalam tubuh Anda.

Alergi terjadi ketika antibodi tubuh mengenali protein pada parasit (seperti protein pada kacang) sebagai alergen, sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan. Reaksinya bisa berupa pilek hingga syok anafilaktik.

Para peneliti menilai bahwa reaksi ini merupakan salah satu reaksi pertahanan tubuh.

Bila Anda mengalami reaksi alergi secara tiba-tiba, seperti iritasi, atau muncul ruam kulit tiba-tiba yang disertai gatal-gatal, silakan konsultasikan kepada dokter meskipun belum tentu ada parasit di tubuh Anda yang menyebabkan alergi.

4. Keputihan yang tidak normal

Jenis parasit yang memengaruhi organ kewanitaan seseorang adalah Trichomonas vaginalis. Parasit Trichomonas paling sering menyerang bagian kewanitaan, seperti vagina, vulva, leher rahim, hingga uretra. Namun, pria juga bisa terkena infeksi ini di penisnya.

Parasit ini hidup di tubuh Anda dan menyebar lewat hubungan seks. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan parasit ini muncul. Untuk tindakan pencegahan, gunakanlah alat kontrasepsi, seperti kondom.

Parasit yang ditularkan melalui penyakit menular seksual ini dapat menyebabkan perubahan pada keputihan Anda, seperti:

  • Warna keputihan berubah menjadi kuning hingga hijau
  • Keputihan berbau amis

Selain itu, Anda mungkin merasakan nyeri pada alat kelamin Anda, tidak nyaman saat buang air kecil, dan sakit saat melakukan hubungan intim.

Baca Juga :  Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Racun Sianida

Gejala-gejala lainnya

Selain gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, Anda mungkin juga bisa mengalami gejala-gejala infeksi parasit berikut ini:

  • Ada bercak putih di feses; dapat muncul setelah bepergian dari tempat baru.
  • Sulit tidur atau terbangun beberapa kali di malam hari
  • Pegal linu, nyeri otot, nyeri persendian yang bisa bertahan hingga sebulan.
  • Sering kelelahan, kecapekan, selalu letih
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Dehidrasi

Beberapa jenis parasit yang hidup di dalam tubuh mungkin tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda khusus. Bila Anda mencurigai tubuh Anda terinfeksi parasit, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih awal.

Penyebab dan penularan infeksi parasit

Infeksi parasit dapat menyebar dalam beberapa cara. Cara paling umum parasit masuk ke tubuh adalah lewat mulut, dari makanan dan minuman yang terkontaminasi protozoa. Minum air mentah, makan daging mentah/setengah matang, makan seafood mentah/setengah matang, atau makan buah dan sayur yang tidak dicuci bersih atau tidak dimasak sampai matang adalah cara-cara utama Anda terinfeksi parasit.

Protozoa dan cacing juga dapat menyebar lewat perantara aliran air, limbah rumah tangga, feses dan darah (yang positif terinfeksi), hingga lewat paparan langsung antara kulit dengan tanah yang terkontaminasi. Beberapa jenis parasit tertentu dapat menyebar melalui kontak seksual.

Setelah terinfeksi, seseorang akan sangat mudah untuk menularkan parasit tersebut pada orang lain. Terlebih jika Anda terinfeksi dan tidak mencuci tangan setelah memasak, memberi makan atau membersihkan feses binatang, atau setelah selesai dari kamar mandi. Anda dapat dengan menularkan telur parasit mikroskopis ke benda apa pun yang Anda sentuh selanjutnya.

Selain melalui makanan dan sentuhan, infeksi ini juga sangat mudah menular saat memegang atau menggosok bulu hewan yang ada parasitnya.

Faktor-faktor risiko infeksi parasit

Siapa pun bisa terkena penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang membuat risiko Anda lebih besar untuk mengalami infeksi parasit, yaitu:

  • Suka makan makanan mentah
  • Tidak mencuci bersih bahan makanan sebelum dimasak
  • Jarang cuci tangan
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah atau sudah sakit dengan penyakit lain
  • Hidup atau bepergian di daerah tropis atau subtropis di dunia
  • Kekurangan pasokan air minum yang bersih
  • Berenang di danau, sungai, kolam, atau kubangan banjir yang airnya terkontaminasi
  • Bekerja dekat dengan tanah, misalnya petani atau buruh bangunan
  • Bekerja dalam konteks lain di mana Anda bersentuhan dengan kotoran manusia (pengasuh bayi/baby sitter atau guru TK/PAUD, misalnya) atau dengan kotoran binatang (karyawan pet shop atau salon hewan) secara terus-menerus.
Baca Juga :  Dari Kuning Sampai Hitam, Ketahui Arti 6 Warna Kotoran Telinga Anda

Diagnosis dan pengobatan infeksi parasit

Pada kasus infeksi menular yang menyerang saluran pencernaan seperti giardiasis dan infeksi cacing tertentu, cara terbaik untuk menguji Anda terinfeksi atau tidak adalah dengan melakukan tes feses.

Ada tes tinja konvensional yang menggunakan sampel dari feses Anda. Feses nantinya dibawa ke laboratorium untuk dilihat ada atau tidaknya organisme merugikan dengan mikroskop

Dokter juga bisa menentukan diagnosis lewat tes feses komprehensif. Tes ini dilakukan dengan cara menguji sampel feses menggunakan teknologi Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memperkuat adanya DNA parasit.

Selain dengan tes feses, berikut adalah pilihan metode pemeriksaan lainnya untuk memastikan apakah Anda memang benar terinfeksi parasit:

  • Tes darah
  • Tes endoskopi atau kolonoskopi
  • Tes pengambilan gambar (rontgen, MRI scan, atau CAT scan)

Apa saja pengobatan untuk infeksi parasit?

Pengobatan infeksi tergantung pada diagnosis spesifik Anda. Beberapa infeksi tidak diperlukan perawatan medis karena gejala dapat hilang dengan sendirinya.

Biasanya, dokter Anda akan meresepkan obat antiparasit atau obat cacing untuk mengobati infeksinya. Akan tetapi, biasanya Anda harus minum beberapa obat sekaligus, karena tidak ada obat tunggal yang ampuh melawan semua jenis infeksi.

Ada beberapa antibiotik dan obat antijamur tertentu yang efektif melawan beberapa infeksi parasit, sehingga kadang juga dapat diresepkan sebagai tambahan.

Namun ada juga beberapa jenis infeksi yang tidak ada obatnya atau tidak mempan diobati pakai obat kimia.

Dokter juga dapat merekomendasikan perawatan lain untuk meredakan gejala Anda. Sebagai contoh, banyak infeksi protozoa dan cacing dapat menyebabkan diare yang sering menyebabkan dehidrasi. Dokter Anda kemungkinan akan menyarankan Anda untuk minum banyak air putih atau cairan elektrolit (oralit) untuk mengisi kembali cairan tubuh yang hilang.

Pencegahan infeksi parasit

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko terkena infeksi:

  • Cuci tangan dan kaki Anda secara teratur, terutama setelah memegang makanan mentah, sehabis buang air besar, sehabis berladang, berkebun, atau mengolah tanah, dan setelah memegang kotoran manusia atau hewan
  • Cuci bahan makanan dan masak sampai matang.
  • Pastikan minum air mineral yang bersih, sebaiknya minum dari air kemasan saat Anda bepergian.
  • Hindari menelan air dari danau, sungai, atau kolam.
  • Hindari memegang kotoran hewan secara langsung, terutama kotoran kucing

The post Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya appeared first on Hello Sehat.

Loading...
loading...